Kamis, 22 September 2016


Hasil gambar untuk PMII GALILEO

Cari saintis-aktivis, pilih yang berlisensi "galileo"

Bingung mau jadi mahasiswa yang apa yaa?? Apa masih bingung milih organisasi yang cocok?? Kenapa harus bergalileo?? Dan terakhir arti mahasiswa sebenarnya gimana??
Siapa mahasiswa?? Kata yang menjadi pertanyaan besar pula ketika kita masuk dalam lingkup dunia perkuliahan termasuk bagi mahasiswa baru dengan kepolosan tentunya untuk mencari jatidiri mahasiswa yang ideal?? Siapakah itu?? Apakah dengan menjadi orang paling aktif saat waktu belajar kuliah, apa orang yang bisa beretorika serta aktif dengan mengikuti dalam kegiatan organisasi, apa giat dalam mengamalkan nilai islami,,ulul albab dehh pokoknya hehehe. Apa yang pandai berinteraksi,komunikasi,bersosialisasi dalam tindakan pada aspek kehidupan bermasyarakat tentunya,,yang berbau hablum minannas lah. Atau apalah itu yang menjadi harapan adek emesh maba saintek 2016.

Masih bingung,yaa!!! Mari kita bergalileo nggak usah galau nggak usah ragu atau bingung galileo itu apa yaa?? Kenapa harus galileo?? "Galileo" merupakan salah satu organisasi ekstra kampus pmii atau "pergerakan mahasiswa islam indonesia" juga bisa disebut "pmii rayon pencerahan galileo". Galileo yang sebagai rayon eksak dan berada dalam lingkungan saintek sudah barang tentu kurang lazim rasanya untuk berorganisasi namun rayon galileo memberi penawaran saintis-aktivis menjadi idaman dedek emesh saintek. yang tentunya bukan sekedar kita berkutik dengan laporan,gambar, ngoding, ngerjain rumus dan juga tugas kuliah yang lainnya lah,,,tapi juga bisa berorganisasi dengan mengaplikasikan materi kuliah,mengembangkan minat bakat,serta pandai untuk beretorika dengan keidelismean dalam forum dan luar forum.

Selain itu,pmii galileo pun mengedepankan nilai ndp (nilai dasar pergerakan) sebagai landasan bergerak dan bertindak yaitu tentang tauhid,hablumminallah,habluminannas,serta habluminalam.
Tidak sampai disitu sahabat, galileo yang berporos dalam dunia kesaintekan tapi dengan grand desain RTAR atau sejenis rapat lah,,mengenai rencana kepengurusan selanjutnya mengusung grand desain "akademis progesif,organisatoris dinamis dan sosialis transformatif" sudah jelas kan sahabat,,dengan itu galileo kedepan ingin mencetak dan berusaha melayani sahabat semua menjadi mahasiswa hebat dalam bangku perkuliahan dengan progesif akan keilmuan yang tidak melulu terkait jurusan atau lainnya, kemudian pelaku organisasi yang nggak cuma sekedar ikut-ikutan namun bisa berpartisipasi menyampaikan suara,pendapat,aspirasi dalam segala aspek forum,,berarti, habis masuk galileo no say to nervous atau grogi kali ya,,terus yang ketiga sosial transformatif,,lah ini sebagai sebuah organisasi tentunya ada bentuk interaksi,hubungan lisan,ataupun sejenisnya,,yang jelas di pmii kita akan menyadari betapa pentinya bersosial serta mulai timbul kepekaan akan segala di sekitar kita,,nah itu gambaran dari galileo mungkin udah faham kan sahabat sahabati??

Ayo segera gabung pmii,sampai ketemu di rumah pergerakan rayon kita PMII pencerahan galileo, ku sambut kalian sebagai sahabat.

Hidup pmii !!!
Ilmu dan baktu kuberikan
Adil dan makmur kuperjuangkan

Wallahu muafiq ila aqwamith thoriq
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
#galileomenulis

Jumat, 12 Agustus 2016


salahkah aku(berorganisasi)

assalamu'alaikum wr wb
selamat malam warga dunia maya!!!
hujan tipis-tipis,sambil menghadap laptop sepuh serta mendengarkan bunyi tv usung menyertai dalam suasana aku sampai saat ini juga setelah menjalani aktivitas yang semu dan diselingi beberapa teman yang sepertinya masih lelah.

sebelumnya,baperan saya kambuh lagi,,,ini terinspirasi ketika setelah sholat ashar tadi yaitu waktu saat konsultasi akademik dengan dosen waliku berjam-jam smpai akhirnya keluar pula membahas mahasiswa yang ngakunya akademisi malang ini terkait nilai yang kurang memuaskan bingitz,,,itu sihh dosen waliku bersabda kepadaku yang hanya terdiam sambil mengiayakan suara nasihat sang dosen.

satu demi satu, kata demi kata, nasehat demi nasehat dikeluarkan timbul dari kekecewaannya terhadap IPK roller coster (kadang diatas kadang dibawah. sebetulnya siapa yang salah dan yang patut untuk disalahkan? "ya sayalah yang salah" terus emangnya kenapa? "yang punya kewajiban siapa dan yang bertanggungjawab siapa??? terus alasan mana lagi yang kamu dustakan??hah,,oh my god.

sebetulnya sih aku mau bilang "aku begini sihh karna manajemen waktu dengan organisasi dan nggak maulah disamain sama anak kupu-kupu(kuliah pulang-kuliah pula" dalam hati saya. setelah saya berfikir kok kenapa yaa orang yang ngakunya aktivis biasanya IPKnya mentok pertengahan IP maksimal?? apakah karna menerapkan kesederhanaan dirinya yaa,,emangnya nggak bisa yaa disatuin aktivis-akademis atau saintis aktivislah biar kekinian atau aktivis-fakultatif. gitu kan keren.

seperti mengutip tuisanku sebelunya "maka jadilah aktivis yang akademis ketika kita memberi penilaian akan suatu masalah kita selesaikan dengan pandangan jelas,beretorika dengan pandangan dinamis ,dan berwawasan secara ilmiah
jangan jadi mahasiswa cuma numpang gelar,kuliah lulus dan selesai pulang tanpa esensi mari warnai akan kemahasiswaan kita" yapp benar,,waktunya organisasi yaa organisasi waktunya kuliah yaa kuliah begitu kayaknya.

jadi, janganlah karna kuliah organisasi di tinggalkan atau karna organisasi kuliah jadi alasan. maka, jadilah dirimu sebagai sosok ahli beretorika dengan keidealismean kalian dalam forum dan juga menjadi sosok terdepan pula meraih masa depan sesuai dengan bidang keahlian yang ditekuni sekarang ini karna kuliah tanggungjawab kita terhadap orang tua serta persaingan zaman yang sangat global zaman ini. terus jangan lupa sholat guys,,,

keep strong,,semangat organisatoris yang berakademis

wallahu muafiq ila aqwamith thoriq
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Senin, 06 Juni 2016


seharusnya gender?
(pemaknaan otodidak)
Sebelumnya mari kita coba merenungi sejenak apa itu hakekat gender sebetulnya? bagaimana kita memaknai antara kesetaraan gender atau ketimpangan gender? dan betulkah gender memposisikan sebagai hanya pro golongan feminis tanpa mementingkan golongan maskulin ataupun sebaliknya?
Sejauh mana sebetulnya emansipasi diterapkan? Dalam realita kehidupan sering kita sendiri melihat kata gender sebagai penyelamat maupun penguat bagi kaum wanita yang menuntut untuk mendapatkan hak tampa mengkondisikan seberapa besar kita memberikan sebuah kewajiban terhadap suatu permasalahan sehingga muncul istilah “lady first” yang istilah itu barang tentu mengatakan bahwa wanita itu segalanya,segalanya tentang kebutuhan maupun hak selalu harus diutamakan yang tentu hal tersebut menyudutkan golongan pria yang dimana secara kondrat mayoritas tentu kontra terhadap gender terhadap istilah “lady first” maupun emansipasi yang notabene dianggap sebagai propaganda menguatkankan posisi wanita dalam mendapat hak dengan pemahaman yang salah.

Pada prinsipnya gender merupakan bentuk kelamin sosial dimana peran gender bukan hanya milik kaum wanita maupun kaum pria. Tapi selama ini gender selalu dipandang oleh masyarakat sebagai bentuk kelamin seks sehingga kepahaman selalu diinisialkan pada feminitas tentunya.sejatinya gender atau emansipasi memberi hak maupun kewajiban baik dari golongan feminim maupun maskulin yang tentunya seharusnya mereka memposisikan mereka tersebut sederajat namun bukan satu tingkat maksudnya segala apa permasalahan antar kedua belah pihak punya andil dalam menyampaikan pendapat, saling memberi masukan, bebas berkepentingan pula untuk memperoleh suatu tujuan sesuai dengan apa yang para pria lakukan namun ada batasan tentunya yang tidak menjamin kaum feminim dalam memahami persamaan gender dimana disaat perempuan punya kepentingan yang sama dengan apa yang dilakukan pria seperti halnya dengan wanita karier yang bekerja dalam ruang lingkup perkantoran.Barang tentu,hal itu pula juga lebih pada banyak yang dikorbankan seperti halnya kebutuhan akan mengurus seorang anak yang kehilangan kelembutan seorang ibunya maupun segala kebutuhan rumah tangga lainnya kasus serupa jika perempuan menjadi imam jama’ah yang juga ada kaum adam yang dimana wanita punya waktu untuk datang bulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi apalagi saat beribadah.

Lantas apa yang kita lakukan sebagai bagian dari pelaku gender?maka jadilah pelaku gender yang menghargai dari suatu persamaan maupun batasan yang dimana bukan lagi memikirkan egoisitas masing-masing harus kaum feminim saja maupun kaum maskulin semata. Jadilah pelaku gender yang toleran tanpa memandang kelamin,suku,ras agama,maupun golongan tapi pikirkan bagaimana untuk memperoleh suatu tujuan tanpa adanya diskriminasi tapi adakalanya perlu ada batasan jika hal tersebut sesuai dengan nilai maupun aturan berlaku dan paling penting menjadi pelaku gender yang memperhitungkan keadilan bukan diskriminan.

Jadilah gender kontektual bukan hanya tekstual
Jadilah gender toleran bukan radikal
Jadilah gender berkeadilan bukan diskriminan
Wallahu muafiq ila aqwamith thoriq
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

‪#‎rifqi_hubaib‬(berlefleksi_gender) 07/06/16

Selasa, 31 Mei 2016


edisi pendaftaran intra kampus(OMIK)
mahasiswa dan organisasi
(tafsiran otodidak)



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenankan saya untuk mempekenalkan diri saya sendiri,nama saya rifqi hubaib biologi angkatan 2015. Ketika saya memulai tulisanku ini di benak saya sendiri terlintas dalam fikiran kenapa saya harus susah payah ikut organisasi?apa yang menjadi dasar mengapa saya harus ikut organisasi?dan bagaimana kita sebagai seorang mahasiswa menjalankan peran saya sebagai seorang akademis maupun organisatoris?

Pada awalanya ketika saya diharuskan pada diri saya pribadi ketika ikut suatu organisasi maka yang pahami saya mempunyai kemauan akan organisasi tersebut bukan hanya sekedar mau secara ingin terlihat hebat dengan menjadi bagian intra kampus (OMIK) namun yang harus di garis bawahi adalah keloyalan dalam artian siap berproses dan berkecimpung dalam keorganisasian dengan intra namun hal itu, saya harus memperhatikan nilai secara akademis  maupun agamis pula. Dimana tetap porsi dimana saya harus bisa membagi waktu akan keduanya tidak mementingkan hanya sebatas salah satu saja.  Seperti halnya ketika kita aktif dalam intra namun dibidang akademis menurun menurut saya itu hal yang salah, seharusnya  kita menerapkan organisasi intra sebagai aplikatif atas bidang ilmu yang kita pelajari bukan lagi menjadi beban dengan alasan akademis menurun.

Ketika bagaimana menjalani peran sebuah organisasi khususnya intra semestinya mengedepankan adanya ideal dalam artian perjuangan seorang aktivis  namun harus di sertai etika dimana ini sebagai kontrol secara agamis maupun sosial.ketika saya berada di intra jurusan HMJ BIOLOGI  UIN MALANG maka hal yang saya lakukan ingin membuat kajian baik dalam bentuk tuisan ilmiah maupun integrasi yang tentunya menjadi kebanggaan tersendiri dari jurusan biologi UIN malang dan hal itu mungkin belum bisa dibuktikan secara aplikasi.jadi,perlu adanya ruang untuk media pembelajaran maupun ruang penerapan. Maka dari itu,bila diizinkan maka beri saya porsi untuk pembuktian diri bahwa segala perkataan saya bukan Cuma wacana belaka.

Wallahu muafiq ilaa aqwamith thoriq
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ilmu bakti,ku berikan
Adil dan makmur kuperjuangkan
#RIFQI_HUBAIB dalam mencari jatidiri 01/06/2016

memaknai hakekat mahasiswa
(perenungan diri)
sebelumnya mari kita coba untuk merenungi sejenak sebenarnya apa itu hakekat mahasiswa sebetulnya? apa yang kita lakukan sebagai mahasiswa? dan bagaimana kita menjalani peran tersebut?
sering pada diri kita ada sikap kebanggaan atas kemahasiswaan kita namun apakah hal semacam itu hanya sebatas simbol semata?
semula mahasiswa bisa diartikan suatu aliansi yang dimana di lingkungan masyarakat sebagai pemeran perubahan(agent of change) namun pada kenyataan yang terjadi mahasiswa kehilangan corak disaat kepribadian maupun idealismepun memudar ketika sikap apatis melajalela tanpa memiliki pandangan suatu bentuk penyikapan terhadap ketidakadilan.
kembali pada hakekat mahasiswa ketika mahasiswa hanya fokus pada masalah pengkritisan akan suatu birokrasi tanpa adanya pembelajaran bagaimana penyikapan akan suatu bidang ilmu pengetahuan terutama bentuk ilmu eksak itu akan sia-sia.bagaimana bisa ketika kita beretorika tanpa memiliki bentuk ketidakahlian suatu skill itu hanya percuma.tanpa dasar pemikiran tersebut tentunya konteks itu hanya dianggap lelucon ketika berada di masyarakat.
lantas apa yang kita lakukan sebagai mahasiswa menjalani suatu peran? maka jadilah aktivis yang akademis ketika kita memberi penilaian akan suatu masalah kita selesaikan dengan pandangan jelas,beretorika dengan pandangan dinamis ,dan berwawasan secara ilmiah
jangan jadi mahasiswa cuma numpang gelar,kuliah lulus dan selesai pulang tanpa esensi mari warnai akan kemahasiswaan kita.
wahai kawula muda!!! perangi sikap apatis
wahai rakyat jelata!!! jangan jadi budak birokrasi
wahai kaum marjinal!!! jadilah aktivis saintis
wallahu muafiq ila aqwamitthoriq
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh